Pangkalan Bun (Humas) — Prestasi membanggakan ditorehkan siswa MAN Kotawaringin Barat pada Lomba Seloka tingkat Umum dan Guru se-Kabupaten Kotawaringin Barat yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra Melayu Kotawaringin Barat bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kalimantan Tengah, (5/6).
Pada lomba yang dilaksanakan di Rumah Betang Pasir Panjang tersebut, siswa MAN Kotawaringin Barat berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Muhammad Salman Al Farizy berhasil meraih Juara II, sedangkan Anggi Saputri memperoleh Juara Harapan II.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan Sapriansyah, S.Ag., yang selama ini aktif dalam pelestarian budaya daerah, khususnya sastra lisan Melayu yang berkembang di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Seloka merupakan salah satu bentuk sastra lisan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Melalui seloka, berbagai pesan moral, nilai kehidupan, nasihat, serta kearifan lokal disampaikan dalam bentuk bahasa yang indah dan penuh makna.
Lomba ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya daerah kepada generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat, khususnya pelajar, semakin mengenal dan mencintai kekayaan budaya lokal yang dimiliki daerahnya.
Kepala madrasah, Suratno, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih kedua siswa tersebut.
“Alhamdulillah selamat kepada siswa-siswi dan guru pendamping atas prestasinya,” ungkapnya.
Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi sekaligus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas bangsa.